Silahkan berkunjung dan bergabung ke facebook HKBP Laut Dendang di FB-HKBPLD. Anda akan mendapatkan firman Tuhan setiap harinya berdasarkan Almanak HKBP dan juga ke Youtube HKBP Laut Dendang di Youtube-HKBPLD berita terkini seputar Gereja HKBP Laut Dendang. Semoga Blog, Facebook dan Youtube HKBP Laut Dendang ini bermanfaat. Dan bisa menjadi berkat bagi kita semua. Amin

Minggu, 29 Maret 2015

Makna Jumat Agung buat orang Kristen



Sebagai umat Kristiani yang percaya akan Tuhan Yesus sebagai anak Allah pastilah tahu tentang Jumat Agung. Jumat Agung merupakan hari dimana wafatnya Tuhan Yesus Kristus diatas bukit golgota. Yesus Kristus wafat bukan tanpa maksud, tapi Dia rela mengorbankan tubuhNYA di salib untuk menebus dosa kita manusia di dunia. ingat dicatat di alkitab dikatakan Dia menebus SEMUA umat manusia bukan hanya orang kristen.
 Di mana letak keagungannya?  Mengapa disebut Jumat Agung? 

Minggu, 22 Maret 2015

Renungan, 23 - 29 Maret 2015

Mazmur 69 : 1 - 20 
"Terpujilah Dia yang datang dalam nama Tuhan"
(Sebagai Inspirasi Kotbah Partangiangan Sektor, Rabu 25 Maret 2015 dan Epistel Minggu 29 Maret 2015)

Pendahuluan
Di dalam dunia kita menyaksikan dan mengalami sendiri berbagai penderitaan. Ada penderitaan yang terjadi karena seseorang melakukan kesalahan dan dosa, namun ada pula orang yang menderita justru karena membela dan melakukan kebenaran. Sesuatu yang janggal? Tidak juga. Di mana kebenaran ditegakkan, di situ pula kejahatan menghadang. Pengalaman seperti itu dialami oieh pemazmur. Ia menyatakan bahwa karena Allah ia telah menanggung cela, dan cintanya bagi rumah Allah menghanguskan dirinya. Kesesakan yang menyerbu hidup pemazmur digambarkan dengan sangat dahsyat, bak orang yang tenggelam ke dalam sheol (dunia orang mati). Ia terasing dari hidupnya sendiri dan berada dalam ketidakberdayaan ketika marabahaya melingkupinya. Ada juga orang-orang yang begitu membenci dia tanpa alasan dan ingin menghabisi nyawanya, dan ia pun "mati" secara sosial karena dikucilkan dari masyarakat serta keluarganya sendiri.

Senin, 16 Maret 2015

Renungan 16-22 Maret 2015

BERSUKACITA MENAATI FIRMAN TUHAN

Ibrani 5:5-10
5:5 Demikian pula Kristus tidak memuliakan e diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, f tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman g kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan h pada hari ini", 5:6 sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek 1 . i " j 5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan k dengan ratap tangis l dan keluhan 2 kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya m Ia telah didengarkan. n 5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, o Ia telah belajar menjadi taat 3 dari apa yang telah diderita-Nya, p 5:9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, q Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya 4 , 5:10 dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar r oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek. s

Kamis, 12 Maret 2015

Renungan 9 - 15 Maret 2015

Parhalado halomoan mardongan biar dohot hadaulaton
(Heber 12:18-29)
I. Patujolo
Ia Surat Heber on di tujuhon tu halak Kristen Jahudi na di bagasan haporsuhon hinorhon ni pangaleleion alani haporseaon  taringot tu Jesus Kristus. Torop do halak Kristen na ganggu uju i marhaporseaon. Surat Heber on ma patoranghon ia Jesus Kristus i ima Debata na gabe jolma , tumimbo sian angka malim ro di angka surusuruan. Ibana do dalan laho padomuhon Padan na robi dohot Padan na imbaru, padomuhon  parsaoran nadenggan maradophon Debata.( 1:1-2;2;2-3) Jala turpuk on ima sada pangajarion na manosoi dohot na pa ingothon Halak Kristen i asa mangolu di bagasan pangoloion, halomoan dohot biar mida Jahowa mardongan hadaulaton ( Beribadah dengan hormat dan takut pada Tuhan ) mangulahon hasintongan hadameon nang habadiaon dibagasaan parugamoon na sintong.

Senin, 02 Maret 2015

Renungan 2 - 8 Maret 2015

MENGUCAP SYUKUR WALAU DALAM PENDERITAAN 

Minggu Reminiscere

2 Korintus 1 : 3 - 7



Kalu mau jujur, tidaklah mudah mengucap syukur dengan tulus, karena substansi pengucapan syukur sebenarnya adalah pengorbanan, bukan hanya sekedar basa-basi. Memang dalam keadaan baik, mudah sekali orang mengucap syukur. Namun, pada saat keadaan yang buruk, waktu kita cemas, sedih, datang kepahitan, resesi ekonomi, devaluasi, likuidasi bank dan sebagainya, dapatkah kita mengucapkan syukur?