Selamat Berkunjung ke Blog HKBP Laut Dendang - Resort Tegal Rejo Distrik XXXI Medan Utara. Berkunjunglah setiap saat karena kami akan selalu mengupdate isi maupun tampilan dari blog ini. Kami menerima kritik dan saran yang membangun untuk membuat blog Gereja HKBP Laut Dendang Resort Tegal Rejo ini lebih baik ke depannya. Silahkan email kami di hkbplautdendang@gmail.com. Syalom Tuhan Yesus Memberkati
Sabtu, 07 Maret 2020
Jumat, 13 Desember 2019
7 Makna Natal Menurut Alkitab
Dewasa ini
natal sudah menjadi hari perayaan yang universal, bukan lagi hanya perayaan
keagamaan umat kristiani. Kendati
banyak orang di luar umat kristiani yang menolak sekedar untuk ikut merayakan
natal (bahkan untuk mengucapkan Selamat Natal sekalipun), namun tampaknya lebih
banyak lagi orang yang terlibat “merayakannya”.
“Merayakan”
yang dimaksud di sini tentu bukan dalam arti religius, tetapi dalam arti umum,
sekedar pesta dan bersenang-senang di hari libur.Bahkan di
beberapa tempat, seperti di diskotik, natal “dirayakan” secara tidak benar,
dengan huru-hara, pesta pora dan melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya.
Di sisi
lain, hiruk-pikuk dan gemerlapnya perayaan natal, sekalipun dirayakan secara
benar, dapat mengaburkan makna natal yang sesungguhnya.Oleh karena
itu, perlu direnungkan kembali makna natal yang sesungguhnya, sehingga esensi
natal tidak hilang begitu saja oleh hiruk-pikuk dan gemerlapnya perayaan natal,
bahkan oleh “perayaan” natal yang tidak benar.
Lalu, apakah
makna natal yang sesungguhnya menurut Alkitab dan pandangan Kristen?
Artikel ini akan mencoba membahasnya.
1. Natal Adalah Pengorbanan
Makna natal
yang sesungguhnya yang pertama adalah pengorbanan.
Karena
kasihNya kepada manusia yang berdosa, Allah rela mengorbankan anakNya yang
tunggal, Yesus Kristus, agar manusia terbebas dari dosa (Yohanes 3:16). Manusia
yang telah jatuh dalam dosa seharusnya akan mati menanggung dosa-dosanya, namun
Allah yang pengasih dan penyayang rela mengorbankan anakNya yang tunggal untuk
mati menggantikan kita.
Allah
berkorban dalam peristiwa natal. Demikian juga dengan orang-orang pada
peristiwa natal, mereka juga turut berkorban.Para majus
mengorbankan persembahan-persembahan mereka: emas, perak, dan mur (Matius
2:11), sebagai “kado natal” terindah mereka kepada bayi Yesus.
Juga Yusuf
dan Maria harus berkorban di hari natal. Maria dan Yusuf harus mengorbankan
perasaan mereka untuk menerima bayi Yesus yang bukan anak mereka sendiri, dan
ketika mereka masih belum resmi berstatus sebagai suami istri. Selain itu,
mereka juga harus berkorban ketika pergi dari Nazaret ke Betlehem, di mana
Maria dalam keadaan mengandung.
Dan ketika
Herodes Agung berencana membunuh bayi-bayi di Betlehem, mereka juga harus
mengungsi ke Mesir untuk beberapa lama, hingga Herodes Agung meninggal dunia.
Sah-sah saja
jika kita mengharapkan kado natal pada hari natal. Tetapi alangkah baiknya jika
kita juga memberikan kado di hari natal, terutama bagi mereka yang kurang
mampu.
Tetapi yang
terutama adalah “pengorbanan” kita bagi Yesus yang telah rela datang ke dunia
untuk membebaskan kita dari belenggu iblis dan dosa serta memberi kita hidup
kekal di sorga bersamaNya. Pengorbanan apakah yang telah kita lakukan untukNya?
2. Natal Adalah Solidaritas
Makna natal
yang sesungguhnya yang kedua adalah solidaritas.
Anak Allah
yang kudus rela datang ke dunia dan menjadi sama seperti manusia. Dia adalah
Allah, yang pada hakekatnya setara dengan Allah Bapa, namun Ia rela
mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang manusia/hamba agar bisa mati
bagi dosa-dosa dunia (Filipi 2:5-8).
Yesus adalah
Tuhan, turun dari singgasanaNya di sorga dan datang ke bumi dengan cara
berinkarnasi, mengambil rupa seorang manusia dan tinggal di antara manusia
(Yohanes 1:1,14).
Yesus
tinggal di antara manusia yang berdosa, bejat dan memberontak kepada Allah. Ia
melakukan hal itu agar Ia dapat melayani manusia dan mati bagi mereka. Itulah
sebabnya namaNya disebut Immanuel: Tuhan beserta kita (Matius 1:21-23).
Lewat natal
kita diingatkan untuk menunjukkan rasa solidaritas dan persaudaraan terhadap
mereka yang terhilang, miskin, terpinggirkan, dan menderita.
3. Natal Adalah Kesederhanaan
Makna natal
yang sesungguhnya berikutnya adalah kesederhanaan.
Anak Allah
yang kudus lahir bukan di ibu kota Israel, Yerusalem, atau di ibu kota
kekaisaran Romawi, Roma, namun di kota kecil Betlehem (Lukas 2:4-6). Dia juga
tidak lahir di istana, namun di dalam palungan, atau tempat makan ternak (Lukas
2:7).
Dia juga
tidak lahir di dalam keluarga raja atau bangsawan yang terhormat, juga tidak di
dalam keluarga orang kaya, tetapi di dalam keluarga tukang kayu yang sederhana,
Yusuf dan Maria.
Jika Dia
mau, sebenarnya Ia bisa saja memilih lahir di kota besar saat itu, seperti
Yerusalem atau Roma, atau lahir di keluarga kaya atau bangsawan, bukan di dalam
keluarga tukang kayu yang sederhana. Namun Ia tidak melakukannya. Ia lahir dan
hidup secara sederhana.
KelahiranNya
pun diberitakan bukan kepada para raja, nabi atau orang besar, namun kepada
para gembala domba yang sederhana (Lukas 2:8-12).
Kita patut
merayakan natal secara sederhana, bukan dengan kemewahan, sebab peristiwa natal
yang pertama pun sangat sederhana.
Tidaklah
salah membeli pakaian baru pada hari natal, membuat kue-kue dan makanan yang
lezat, menghias gereja dan rumah kita dengan ornamen-ornamen natal, tetapi
jangan sampai kesederhanan natal menjadi hilang dari perayaan kita.
4. Natal Adalah Universalitas
Makna natal
yang sesungguhnya lainnya adalah universalitas.
Natal adalah
bagi semua orang dari segala bangsa. Hal ini tampak dari pemberitahuan malaikat
kepada para gembala di padang Efrata. Malaikat tersebut mengatakan bahwa kabar
yang dibawanya ditujukan bagi segala bangsa (Lukas 2:10).
Hal ini juga
tampak dari kedatangan para majus dari Timur, yang jelas bukan orang Israel.
Mereka datang dari negerinya untuk menyembah Juruselamat yang baru lahir.
Mereka
datang bukan atas inisiatif mereka sendiri, tetapi karena dituntun oleh Allah
sendiri lewat sebuah bintang di langit. Hal ini menunjukkan bahwa Allah
memaksudkan natal untuk segala bangsa, termasuk orang-orang majus dari Timur
ini.
Jadi natal
ditujukan bukan hanya kepada orang Israel saja, sebagai umat plihan Tuhan,
tetapi kepada semua bangsa di bumi (Lukas 2:30-32).
Kita dapat
mengundang setiap orang untuk menerima kasih natal tersebut. Siapa saja yang
mau percaya dan menerima bayi natal, dapat turut merayakan natal.
Selasa, 24 September 2019
Doa dan Ucapan Syukur Daud
Mazmur 40 : 7-11
6 (40-7)
Engkau tidak
berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau
telah membuka
telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau
tuntut.
7 (40-8)
Maka, aku berkata, "Lihat, aku telah datang, dalam gulungan kitab itu
tertulis tentang aku:
8 (40-9) Aku
senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku, Hukum-Mu ada di antara bagian dalam
tubuhku."
9 (40-10)
Aku memberitakan kabar kebenaran di dalam kumpulan yang besar. Lihatlah, aku
tidak menahan bibirku, Engkau tahu, ya TUHAN.
10 (40-11)
Aku tidak menyembunyikan keadilan-Mu di dalam hatiku, aku telah menyatakan
kesetiaan-Mu dan keselamatan-Mu, aku tidak menyembunyikan kasih setia-Mu dan
kebenaran-Mu dari kumpulan yang besar.
Judul Ibrani untuk kitab Mazmur adalah
tehillim, yang berarti "puji-pujian"; dalam bahasa Yunani, ialah
psalmoi yang berarti "nyanyian yang diiringi alat musik gesek atau
petik". Musik memainkan peranan penting dalam ibadah Israel (Mazm 149:1--150:6); mazmur-mazmur menjadi nyanyian pujian
Israel
Secara keseluruhan Mazmur 40 ini berjudul doa dan ucapan syukur. Itulah kata kuncinya.
Penggal pertama, ay.2-6. Digambarkan bagaimana Daud berada
pada titik terendah dalam hidupnya. Sudah begitu lama dia menunggu jawaban
Tuhan atas doa-doanya dan ternyata harapan itu berbuah: Tuhan mengunjungi dia dan mendengarkan jeritannya minta tolong. Situasi
hidup pemazmur sedemikian gawatnya sebab ia terjeblos ke alam maut, tetapi
Tuhan menolong dan mengangkat dia dari sana. Lalu Tuhan menempatkan dia di
atas landasan bukit batu; Tuhan mengatur serta mengiringi langkah hidupnya.
Rabu, 18 September 2019
Penghakiman Tahta Putih
Wahyu 20:11-15 (Pangungkapon)
11. Dung i huida ma sada habangsa na balga, na bontar
dohot na hundul di atasna: Na maporus do tano dohot langit maradophon bohina,
so adong be jumpang inganannasida.
12. Dung i huida ma angka naung mate i, angka na metmet
nang angka na balga, jongjong di jolo ni habangsa i; jadi diungkap ma angka
buku. Dung i diungkap ma sada buku na asing, i ma buku hangoluan, gabe diuhumi
ma angka na mate i marguru tu na tarsurat di bagasan angka buku i, hombar tu na
niulanasida be.
13. Dung i dilehon laut i ma angka na mate na disini,
dilehon nang hamatean dohot banua toru i ma angka na mate na tiniopna, gabe
diuhumi ma ganup, marguru tu na niulana be.
14. Dung i didabu ma hamatean dohot banua toru tubagasan
laut api i. I ma hamatean na paduahon; laut api i do i.
15. Manang ise na so jumpang tarsurat di buku hangoluan i,
i ma didabu tubagasan laut api i.
________________________________________________________
Hukuman yang terakhir
11. Lalu aku melihat suatu takhta putih
yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah
bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
12. Dan aku melihat orang-orang mati,
besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan
dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati
dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam
kitab-kitab itu.
13. Maka laut menyerahkan orang-orang
mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang
mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut
perbuatannya.
14. Lalu maut dan kerajaan maut itu
dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
15. Dan setiap orang yang tidak
ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam
lautan api itu.
Selasa, 10 September 2019
Kata-kata Penghiburan
Yesaya 57 : 14-21
14. Ada yang berkata: "Bukalah,
bukalah, persiapkanlah jalan, angkatlah batu sandungan dari
jalan umat-Ku!"
15. Sebab beginilah firman Yang
Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang
Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus
tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan
semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang
yang remuk.
16. Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku
hendak berbantah, j
dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan
lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafas kehidupan.
17. Aku murka karena kesalahan
kelobaannya, Aku menghajar dia, menyembunyikan wajah-Ku dan murka, tetapi
dengan murtad ia menempuh jalan yang dipilih hatinya.
18. Aku telah melihat segala jalannya
itu, tetapi Aku akan menyembuhkan dan akan menuntun dia dan akan memulihkan dia
dengan penghiburan; juga pada bibir orang-orangnya yang berkabung
19. Aku akan menciptakan puji-pujian.
Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat--firman
TUHAN--Aku akan menyembuhkan dia!
20. Tetapi orang-orang fasik adalah
seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya
menimbulkan sampah dan lumpur.
21. Tiada damai bagi orang-orang fasik itu,"
firman Allahku.
Selasa, 03 September 2019
Kepatuhan kepada pemerintah
Kepatuhan kepada pemerintah (Roma 13 : 1-7)
1.
Tiap-tiap orang harus takluk
kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak
berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh
Allah.
2.
Sebab itu barangsiapa melawan
pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan
mendatangkan hukuman atas dirinya.
3.
Sebab jika seorang berbuat baik,
ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu
hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan
beroleh pujian dari padanya.
4.
Karena pemerintah adalah hamba
Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia,
karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba
Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.
5.
Sebab itu perlu kita menaklukkan
diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara
hati kita.
6.
Itulah juga sebabnya maka kamu
membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu
adalah pelayan-pelayan Allah.
7.
Bayarlah kepada semua orang apa
yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai
kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak
menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.
Senin, 26 Agustus 2019
Yesus Roti Kehidupan.
Yeremia 31:31-34
31.
Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah
firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum
Yehuda,
32.
bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan
dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa
mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari,
meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
33.
Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan
kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh
Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan
menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
34.
Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya
atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua,
besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan
mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."
Langganan:
Postingan (Atom)




