Selamat Berkunjung ke Blog HKBP Laut Dendang - Resort Tegal Rejo Distrik XXXI Medan Utara. Berkunjunglah setiap saat karena kami akan selalu mengupdate isi maupun tampilan dari blog ini. Kami menerima kritik dan saran yang membangun untuk membuat blog Gereja HKBP Laut Dendang Resort Tegal Rejo ini lebih baik ke depannya. Silahkan email kami di hkbplautdendang@gmail.com. Syalom Tuhan Yesus Memberkati
Kamis, 29 Oktober 2015
Tuhan Merancang Pernikahan untuk Menjadi Permanen.
Minggu, 16 Agustus 2015
PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH (Efesus 6:10-20)
Pendahuluan
Sejak dulu rencana iblis tidak pernah
berubah, yaitu menghancurkan Kerajaan Allah. Orang-orang yang memihak
kepada Allah, tentu secara otomatis mereka ini menjadi orang-orang yang dibenci
iblis. Secara otomatis pula menjadi mereka musuh iblis.
Iblis sangat tidak suka kepada orang-orang
yang hidup sungguh-sungguh bagi Allah. Apalagi kalau mereka adalah
orang-orang yang hidupnya begitu efektif dan produktif melayani Allah.
Orang-orang seperti ini adalah target utama yang harus iblis taklukan.
Bagi Iblis mereka harus dibungkam dan ditaklukan. Yah, setidaknya dibungkam
agar mereka berhenti merebut jiwa-jiwa yang terhilang. Ditaklukkan agar
mereka suatu saat tersandung dan kemudian meninggalkan Tuhan.
Senin, 22 Juni 2015
Ketaatan yang terwujud dalam: Hati, Pikiran, Perkataan, Perbuatan
Matius 5:21-37
Ajaran Yesus adalah ajaran yang mendalam. Hati dan pikiran adalah tahapan awal yang harus dibenahi sebelum orang melangkah pada perkataan dan perbuatan. Bagi Yesus ketaatan kepada Firman Allah ialah ketaatan yang mendasar pada akar dan bukan sekedar kulit.
Ajaran Yesus adalah ajaran yang mendalam. Hati dan pikiran adalah tahapan awal yang harus dibenahi sebelum orang melangkah pada perkataan dan perbuatan. Bagi Yesus ketaatan kepada Firman Allah ialah ketaatan yang mendasar pada akar dan bukan sekedar kulit.
- Membunuh, bukan sekedar melakukan pembunuhan fisik, tetapi juga “membunuh” dengan kata-kata. Oleh sebab itu orang harus bijak mengendalikan lidahnya. (21-22)
Selasa, 26 Mei 2015
Allah Yang Melampaui Segala Kuasa Dunia
(Wahyu 4:1-11)
1. Tidak banyak pembaca Alkitab yang
tertarik mendalami bahkan membaca Kitab Wahyu. Bebe-rapa orang mengatakan bahwa
membaca kitab Wahyu bagaikan dibawa ke “alam lain”, begitu banyak istilah dan
simbol yang membingungkan, dan akhirnya kita tidak mengerti apa-apa.
Tetapi di pihak lain, ada juga
beberapa yang malah keranjingan membaca Kitab Wahyu ini, karena semakin bisa
masuk ke “alam lain” itu maka dianggap sesuatu yang semakin bagus sehingga bisa
dipakai sebagai kode ramalan tentang akhir zaman.
Memang benar Kitab Wahyu penuh dengan
bahasa simbolik, sehingga kita memang harus mengerti makna bahasa simbolik itu.
Namun, itu semua sesungguhnya dilakukan oleh penulis untuk “menyamarkan” objek
dalam Kitab ini demi kepentingan penyebarluasan Surat ini kepada khalayak umum.
Senin, 18 Mei 2015
Pengetahuan tentang Allah yang Ajaib
Mazmur 139:1-13
PENDAHULUAN
Pasal ini menceritakan tentang kekaguman Daud tentang kemahatahuan Allah yang luar biasa. Pengertian ini membuat Daud selalu memeriksa diri (ayat 23-24) dan ini juga yang membuat hidupnya menjadi tulus dan sukses di hadapan Tuhan. Begitu juga setiap orang beriman lain yang bisa mengerti pasal ini dengan baik dan mau memperkenankan Tuhan, maka ia juga akan dapat memiliki satu hidup yang tulus dan berkenan kepada Tuhan, juga sukses2 rohani dan jasmani yang indah seperti Daud. Mintalah pimpinan Roh Kudus untuk bisa mengerti seperti Daud.Senin, 11 Mei 2015
Kenaikan
Kristus ke surga
Kisah
Rasul 1:1-11
I) Antara kebangkitan dan kenaikan.
Yesus masih ada di dunia ini selama 40 hari antara
kebangkitanNya dan ke-naikanNya ke sorga (ay 3).
1) TujuanNya adalah untuk membuktikan bahwa Ia
betul-betul bangkit dari antara orang mati, dan betul-betul hidup (ay 3).
Charles Haddon Spurgeon:
"Our Saviour would not go to heaven
till he had settled the fact of his resurrection upon a basis which can never be
shaken" (= Juruselamat kita tidak akan pergi ke sorga sampai Ia telah
menetapkan fakta kebangkitanNya pada dasar yang tidak akan bisa digoyahkan)
- ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’, vol 4, hal 425.
Selasa, 28 April 2015
BERBAHAGIALAH ORANG YANG MENANG DI DALAM TUHAN
Pangungkapon 15 : 1 - 4 (Wahyu 15: 1 - 4)
15:1 Dung i huida ma di banua ginjang tanda na asing na balga jala halongangan: Adong ma pitu surusuruan, na umpeop pitu haporsuhon na parpudi; ai di bagasan i do marujung rimas ni Debata.
15:2 Jadi huida ma laut sada songon sorminan, na marsaor api; na jongjong do di topi laut sorminan i angka naung monang maralohon binatang i nang taringot tu gombaranna dohot bilangan ni goarna, ditiop do angka hasapi ni Debata.
15:3 Jadi diendehon nasida ma ende ni Musa, naposo ni Debata, dohot ende ni Birubiru i, angka ninna ma: Na balga jala halongangan do angka ulaonmu, ale Tuhan Debata. Sigomgom saluhutna; na tigor jala na sintong do angka dalanmu, ale Raja ni angka bangso!
15:4 Tung ise ma na so mangkabiari Ho, ale Tuhan, dohot pasangaphon Goarmu? Ai sasada Ho do na badia; ai na ro ma saluhut bangso marsomba tu jolom, ai nunga gabe patar angka panguhummu na tigor i!
Dalam
Perjanjian Lama tercatat dua nyanyian Musa, satu dalam Keluaran 15, di
mana Musa merayakan kemenangan atas Firaun, dan satu lagi dalam Ulangan
32, di mana Musa merayakan kemurahan dan hukuman Allah, sebelum Musa
meninggal. Nyanyian Musa dari Keluaran 15 menjadi dasar dari nyanyian
yang dicatat dalam Wahyu pasal 15:3-4. Nyanyian Musa dalam Keluaran
cocok sekali dengan konteks Kitab Wahyu, karena dalam nyanyian itu Musa
merayakan kemenangan. Dalam Wahyu pasal 15 kemenangan juga dirayakan,
suatu kemenangan yang jauh lebih mulia daripada kemenangan Musa, di mana
kemenangan Musa menjadi tipos dari kemenangan Kristus. Pada zaman
gereja mula-mula, hari meninggalnya orang Kristen yang mati syahid
dirayakan sebagai "hari kemenangan".
15:1 Dung i huida ma di banua ginjang tanda na asing na balga jala halongangan: Adong ma pitu surusuruan, na umpeop pitu haporsuhon na parpudi; ai di bagasan i do marujung rimas ni Debata.
15:2 Jadi huida ma laut sada songon sorminan, na marsaor api; na jongjong do di topi laut sorminan i angka naung monang maralohon binatang i nang taringot tu gombaranna dohot bilangan ni goarna, ditiop do angka hasapi ni Debata.
15:3 Jadi diendehon nasida ma ende ni Musa, naposo ni Debata, dohot ende ni Birubiru i, angka ninna ma: Na balga jala halongangan do angka ulaonmu, ale Tuhan Debata. Sigomgom saluhutna; na tigor jala na sintong do angka dalanmu, ale Raja ni angka bangso!
15:4 Tung ise ma na so mangkabiari Ho, ale Tuhan, dohot pasangaphon Goarmu? Ai sasada Ho do na badia; ai na ro ma saluhut bangso marsomba tu jolom, ai nunga gabe patar angka panguhummu na tigor i!
BERBAHAGIALAH ORANG YANG MENANG DI DALAM TUHAN
Dalam
Perjanjian Lama tercatat dua nyanyian Musa, satu dalam Keluaran 15, di
mana Musa merayakan kemenangan atas Firaun, dan satu lagi dalam Ulangan
32, di mana Musa merayakan kemurahan dan hukuman Allah, sebelum Musa
meninggal. Nyanyian Musa dari Keluaran 15 menjadi dasar dari nyanyian
yang dicatat dalam Wahyu pasal 15:3-4. Nyanyian Musa dalam Keluaran
cocok sekali dengan konteks Kitab Wahyu, karena dalam nyanyian itu Musa
merayakan kemenangan. Dalam Wahyu pasal 15 kemenangan juga dirayakan,
suatu kemenangan yang jauh lebih mulia daripada kemenangan Musa, di mana
kemenangan Musa menjadi tipos dari kemenangan Kristus. Pada zaman
gereja mula-mula, hari meninggalnya orang Kristen yang mati syahid
dirayakan sebagai "hari kemenangan".
Langganan:
Postingan (Atom)



