Selamat Berkunjung ke Blog HKBP Laut Dendang - Resort Tegal Rejo Distrik XXXI Medan Utara. Berkunjunglah setiap saat karena kami akan selalu mengupdate isi maupun tampilan dari blog ini. Kami menerima kritik dan saran yang membangun untuk membuat blog Gereja HKBP Laut Dendang Resort Tegal Rejo ini lebih baik ke depannya. Silahkan email kami di hkbplautdendang@gmail.com. Syalom Tuhan Yesus Memberkati
Senin, 08 Februari 2016
Senin, 01 Februari 2016
Realisasi Tahun Keluarga HKBP 2016
Beberapa tahun terakhir ini
HKBP di bawah pimpinan Ompui Ephorus HKBP Pdt Willem TP Simarmata MA.
menetapkan pelayanan tahunan bersifat tematik yang sangat strategis,
menarik dan menantang. Misalnya 2013 tema yang dipilih adalah Tahun
Anak-Anak, 2014 adalah Tahun Remaja dan Pemuda. 2015 adalah Tahun
perempuan, dan 2016 adalah Tahun Keluarga. Tema-tema seperti ini
dikatakan sangat strategis, karena bersifat esensi dan menyeluruh.
Gereja hadir melakukan pembaharuan, perdamaian dan pemberdayaan seluruh
jemaat. Apabila tema direalisasikan dengan baik akan merupakan pilar
yang kokoh menjadikan HKBP menjadi berkat bagi dunia. Tema ini
dinyatakan sangat menarik karena merupakan fenomena hidup keseharian dan
mengarahkan pelayanan tahunan HKBP pada kebutuhan esensi jemaat di mana
fokus pada lingkup terbatas.
Kamis, 21 Januari 2016
Dasar Keluarga Kristen
TAKUT AKAN TUHAN: Dasar Keluarga Kristen
"Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu," Mazmur 128:5
Dalam membangun mahligai perkawinan setiap pasangan pasti memiliki impian-impian yang hendak diwujudkan bersama pasangannya. Impian itu adalah sebuah keluarga yang harmonis, diberkati dan dipenuhi oleh kebahagiaan. Memang untuk mewujudkan impian tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun hal itu juga bukanlah perkara yang mustahil asalkan kita mau menapaki hari-hari bersama dengan Tuhan.
Kamis, 29 Oktober 2015
Tuhan Merancang Pernikahan untuk Menjadi Permanen.
Minggu, 16 Agustus 2015
PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH (Efesus 6:10-20)
Pendahuluan
Sejak dulu rencana iblis tidak pernah
berubah, yaitu menghancurkan Kerajaan Allah. Orang-orang yang memihak
kepada Allah, tentu secara otomatis mereka ini menjadi orang-orang yang dibenci
iblis. Secara otomatis pula menjadi mereka musuh iblis.
Iblis sangat tidak suka kepada orang-orang
yang hidup sungguh-sungguh bagi Allah. Apalagi kalau mereka adalah
orang-orang yang hidupnya begitu efektif dan produktif melayani Allah.
Orang-orang seperti ini adalah target utama yang harus iblis taklukan.
Bagi Iblis mereka harus dibungkam dan ditaklukan. Yah, setidaknya dibungkam
agar mereka berhenti merebut jiwa-jiwa yang terhilang. Ditaklukkan agar
mereka suatu saat tersandung dan kemudian meninggalkan Tuhan.
Senin, 22 Juni 2015
Ketaatan yang terwujud dalam: Hati, Pikiran, Perkataan, Perbuatan
Matius 5:21-37
Ajaran Yesus adalah ajaran yang mendalam. Hati dan pikiran adalah tahapan awal yang harus dibenahi sebelum orang melangkah pada perkataan dan perbuatan. Bagi Yesus ketaatan kepada Firman Allah ialah ketaatan yang mendasar pada akar dan bukan sekedar kulit.
Ajaran Yesus adalah ajaran yang mendalam. Hati dan pikiran adalah tahapan awal yang harus dibenahi sebelum orang melangkah pada perkataan dan perbuatan. Bagi Yesus ketaatan kepada Firman Allah ialah ketaatan yang mendasar pada akar dan bukan sekedar kulit.
- Membunuh, bukan sekedar melakukan pembunuhan fisik, tetapi juga “membunuh” dengan kata-kata. Oleh sebab itu orang harus bijak mengendalikan lidahnya. (21-22)
Selasa, 26 Mei 2015
Allah Yang Melampaui Segala Kuasa Dunia
(Wahyu 4:1-11)
1. Tidak banyak pembaca Alkitab yang
tertarik mendalami bahkan membaca Kitab Wahyu. Bebe-rapa orang mengatakan bahwa
membaca kitab Wahyu bagaikan dibawa ke “alam lain”, begitu banyak istilah dan
simbol yang membingungkan, dan akhirnya kita tidak mengerti apa-apa.
Tetapi di pihak lain, ada juga
beberapa yang malah keranjingan membaca Kitab Wahyu ini, karena semakin bisa
masuk ke “alam lain” itu maka dianggap sesuatu yang semakin bagus sehingga bisa
dipakai sebagai kode ramalan tentang akhir zaman.
Memang benar Kitab Wahyu penuh dengan
bahasa simbolik, sehingga kita memang harus mengerti makna bahasa simbolik itu.
Namun, itu semua sesungguhnya dilakukan oleh penulis untuk “menyamarkan” objek
dalam Kitab ini demi kepentingan penyebarluasan Surat ini kepada khalayak umum.
Langganan:
Postingan (Atom)



